Sharon Kezia dkk
Di pesisir, kehidupan tidak hanya bertahan. Ia terus mencari cara untuk tumbuh, bahkan ketika alam perlahan berubah. Di Pantai Lowita, jejak penyu di atas pasir menjadi penanda sebuah harapan: bahwa kehidupan selalu menemukan jalan untuk kembali. Sementara itu, di Pulau Pannikiang, akar-akar mangrove mencengkeram tanah, menjaga pesisir dari abrasi, dan menaungi kehidupan kelelawar yang menjadi bagian tak terpisahkan dari keseimbangan ekosistem. Dua tempat, dua kisah, dan satu pesan yang sama: menjaga alam berarti menjaga keberlanjutan kehidupan manusia. Guardian of The Coast: Jejak Kehidupan dari Lowita hingga Pannikiang membawa pembaca menyusuri perjalanan konservasi yang tidak hanya berbicara tentang penyelamatan satwa dan pemulihan ekosistem, tetapi juga tentang manusia di baliknya. Tentang masyarakat pesisir yang belajar membaca perubahan, merawat warisan alam, dan menemukan peluang penghidupan tanpa harus mengorbankan lingkungan. Melalui perpaduan kisah lapangan, pengetahuan ekologis, dan pengalaman pemberdayaan masyarakat, buku ini mengajak kita memahami bahwa konservasi bukanlah upaya memisahkan manusia dari alam, melainkan membangun kembali hubungan yang saling menjaga. Sebab, masa depan pesisir tidak hanya ditentukan oleh seberapa kuat kita melindunginya hari ini, tetapi juga oleh seberapa jauh kita mampu mewariskan kepedulian kepada generasi berikutnya.