Cerita Sedulur Tani Indramayu; Saat Petani, Sawah, dan Pengetahuan Meenyatu dalam Harapan

Puri Handoko, dkk

Cerita Sedulur Tani Indramayu; Saat Petani, Sawah, dan Pengetahuan Meenyatu dalam Harapan
Kategori
social ekonomi
ISBN
978-634-05-7248-3
Tahun Terbit
2026
Harga
Rp 99.000

Bagaimana jika petani tidak lagi hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi menjadi orang-orang yang membaca alam, menguji pengetahuan, mengajar sesamanya, dan menemukan jalan bagi masa depan sawahnya sendiri? Di balik hamparan sawah Indramayu yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra pertanian, terdapat cerita tentang perubahan yang tidak selalu terlihat. Musim semakin sulit ditebak, persoalan hama datang silih berganti, tanah menghadapi tekanan, sementara kehidupan petani terus menuntut jawaban. Di Sukra dan Patrol, jawaban itu tidak lahir dari satu meja. Ia tumbuh dari perjumpaan antara pengalaman petani, pengetahuan yang diwariskan, data ilmiah, teknologi sederhana, dan semangat untuk belajar bersama. Ada omplong yang membantu petani membaca hujan. Ada light trap yang menjadi mata untuk mengenali perkembangan hama. Ada pranata mangsa yang dipertemukan dengan data. Ada limbah FABA dan cangkang kerang yang diolah menjadi sesuatu yang kembali memberi kehidupan bagi tanah. Ada kelompok-kelompok yang tumbuh semakin mandiri. Dan ada petani yang perlahan beralih dari mereka yang belajar menjadi mereka yang berbagi pengetahuan. Tetapi cerita ini bukan tentang keberhasilan yang datang tanpa jalan berliku. Ada keraguan, percobaan, perubahan cara berpikir, dan pekerjaan yang belum selesai. Cerita Sadulur Tani adalah kisah tentang bagaimana perubahan tumbuh perlahan—dari sawah, dari pengetahuan, dan dari orang-orang yang memilih untuk tidak berjalan sendiri. Sebab mungkin, masa depan pertanian tidak hanya ditentukan oleh apa yang ditanam di tanah, tetapi juga oleh pengetahuan, keberanian, dan persaudaraan yang tumbuh di antara mereka yang menggarapnya.